
Makassar - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terus mempercepat pelaksanaan Multi Years Project (MYP) yang mencakup penanganan sejumlah ruas jalan strategis di berbagai kabupaten di 6 (enam) paket jalan.
rnProgram yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp2,5 triliun ini mencakup penanganan sekitar 1.000 kilometer jalan provinsi. Pembangunan tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi dalam meningkatkan kualitas infrastruktur, konektivitas antarwilayah, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
rnGubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengajak masyarakat untuk terus mendukung pelaksanaan pembangunan infrastruktur agar seluruh tahapan pekerjaan di lapangan dapat berjalan dengan baik.
rn"Kami memahami harapan masyarakat agar seluruh jalan provinsi yang rusak segera diperbaiki. Insya Allah semuanya akan ditangani secara bertahap. Yang kami harapkan adalah dukungan dari seluruh masyarakat agar proses pekerjaan di lapangan dapat berjalan lancar tanpa hambatan," ujarnya.
rnMemasuki awal Juli 2026, aktivitas konstruksi terus berlangsung di berbagai titik. Pekerjaan meliputi pengecoran rigid beton, pengaspalan, pembangunan drainase, pemasangan talud, pemasangan u-ditch, pembangunan dinding penahan tanah (DPT), hingga preservasi jalan untuk meningkatkan kualitas layanan infrastruktur bagi masyarakat.
rnPada Paket 1, pekerjaan dilaksanakan di sejumlah ruas, di antaranya Jalan Aroepala melalui pengecoran rigid beton, Jalan Tun Abdul Razak dengan pemasangan u-ditch, Jalan H.M. Yasin Limpo melalui pembangunan talud, ruas Burung-Burung–Bili-Bili dengan pengecoran bahu jalan, ruas Batas Kabupaten Gowa–Tondong berupa penghamparan lapis pondasi agregat (LPA), serta ruas Tanete–Tanaberu melalui pembangunan bahu jalan beton.
rnSementara itu, Paket 3 difokuskan pada peningkatan kualitas perkerasan jalan di Kabupaten Wajo. Pekerjaan overlay lapis aspal AC-BC saat ini berlangsung di ruas Batas Kabupaten Enrekang–Anabanua–Dongi–Tanrutedong serta ruas Mario–Binabaru–Batas Kabupaten Enrekang.
rnPada Paket 4, pekerjaan meliputi pembangunan saluran drainase di ruas Batas Kabupaten Soppeng–Ulugalung dan Doping–Atapange, preservasi jalan di ruas Batas Kabupaten Soppeng–Ulugalung dan Impa-Impa–Anabanua, serta pembangunan talud pada ruas Anabanua–Malake–Batas Kabupaten Sidenreng Rappang.
rnAdapun Paket 5 mencakup pekerjaan pengaspalan AC-BC di ruas Tanabanua–Sanrego–Palattae dan Ujung Lamuru–Palattae. Selain itu, dilakukan pembangunan drainase di ruas Bakung–Solo–Sampie serta pemasangan dinding penahan tanah (DPT) di sejumlah titik pada ruas Ujung Lamuru–Palattae.
rnSedangkan groundbreaking pembangunan Paket 6 Multiyears Project (MYP) Infrastruktur Jalan yang dipusatkan di Ruas Bua-Rantepao, Desa Tiromanda, Kabupaten Luwu, Sabtu (4/7/2026) oleh Gubernur Andi Sudirman.
rnPembangunan ruas Bua-Rantepao merupakan bagian dari Paket 6 MYP Regional Luwu dengan total anggaran sekitar Rp239 miliar yang mencakup penanganan 20 ruas jalan di 9 daerah, yakni Kabupaten Luwu, Toraja Utara, Tana Toraja, Pinrang, Jeneponto, Bantaeng, Maros, Kota Palopo, dan Kota Makassar.
rnKepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Rosyadi, mengatakan percepatan pelaksanaan program MYP diharapkan semakin memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
rnMenurutnya, sejumlah ruas jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah mengalami peningkatan kondisi setelah dilakukan penanganan, baik melalui peningkatan badan jalan, pembangunan drainase, maupun pekerjaan pendukung lainnya.
rn"Sejumlah ruas yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah diaspal dengan kondisi yang jauh lebih baik sehingga meningkatkan kenyamanan sekaligus keselamatan bagi pengguna jalan," ujar Rosyadi. (*)
Belum ada komentar.